Pintar listrik

Selamat Datang...

Panduan sederhana, simpel, mudah dimengerti, mengenai listrik

MULAIGabung

Sunday, 19 May 2019

Bolehkah Memasang KWH Meter Untuk Masing-Masing Kamar Rumah Kost ?

Sekitar tahun 2017 lalu mbak Ratna Pandawa pernah bertanya tentang KWH meter untuk rumah kost ini, pertanyaannya seperti judul pembahasan kita kali ini, kami mohon maaf sebelumnya, karena kesibukan yang tidak menentu baru kali ini kami punya kesempatan membahas pertanyaan tersebut, “Maaf ya mbak”. 
Bolehkah Memasang KWH Meter Untuk Masing-Masing Kamar Rumah Kost
(Ilustrasi, Foto : usahainvestasi.com)
Hidup sebagai perantau memang tidak luput dari yang namanya kostan atau kontrakan, sebagaimana kita ketahui dalam perkumpulan kost terdiri dari berbagai macam sifat manusia penghuninya, semakin banyak penghuninya maka semakin beragamlah tingkah lakunya, keragaman tingkah laku itu juga turut mempengaruhi keberhasilan hubungan antara sesama penghuni kost. 

Saya masih ingat zaman ketika saya sekolah dan tinggal ngekost, tapi zaman itu kami tidak terlalu mikirkan soal listriknya, karena uang kost dibayar perbulan, kalau tak salah waktu itu seratus ribu perbulan, dan listriknya mau pakai berapapun tidak ada masalah. 

Tapi itu dulu, sekarang ternyata tuntutan zamannya lain lagi, semakin popular kamar kontarakan itu semakin beragam persoalan yang timbul, sebagaimana yang pernah saya saksikan sendiri di kota Bogor, setiap kamar kost terpasang satu KWH meter, usut punya usut ternyata pemilik kostnya pernah kerepotan membayar tagihan listrik perbulan saking banyaknya penghuni kost. 

Seperti kata salah seorang ibu kost yang pernah saya tanya, mengapa harus perkamar dipasang KWH meternya, jawab ibu kost kalem gini, “ Anak kost zaman sekarang kalau ngekost itu udah kaya pindah rumah aja, semua dibawa lemari es, TV, freezer, kipas angin, pasang AC, dan banyak lagi yang lainnya, dari pada saya pusing dengan tagihan listriknya mending mereka sendiri yang bayar listriknya”. 

Contoh kasus yang kami temukan di Kota Bogor itu senada dengan pertanyaan mbak Ratna beberapa tahun lalu, maka dari itu apakah boleh memasang KWH meter untuk setiap kamar kost? Jawabannya boleh, tapi tentu saja dengan ketentuan sebagai berikut: 

1. Pelanggan yang mengajukan permohonan pemasangan listrik baru itu harus memiliki kedudukan yang tetap, artinya dia adalah penduduk setempat, dengan kata lain kalo yang mengajukan pemasangan adalah anak kost yang notabenenya bukanlah penduduk local tetap, tentu saja hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi PLN, karena masalah listrik ini tidak hanya sekedar memasang saja, namun juga soal pertanggung jawabannya, terutama dalam pembayaran beban biaya perbulannya. 
Maka dari itu yang mengajukan pemasangan KWH meter untuk setiap kamar kost, sebaiknya adalah orang yang punya atau pemilik kontrakan kost tersebut. 
2. Penanggung jawab penuh KWH meter setiap kamar kontrakan bagi PLN adalah pemilik kontrakan, maka dari itu ketika kamar kontrakan tidak dihuni alias kosong, maka pemilik kontrakan tetap akan membayar tagihan beban perbulannya. 
3. Bagi pengguna atau penyewa kamar kost sebaiknya bijaksana menggunakan listrik, dan menjaganya dari segala kemungkinan yang bisa berakibat membahayakan seluruh penghuni kontrakan, terutama menjaganya dari kebakaran. 

Sahabat pembaca demikianlah pembahasan kita tentang boleh atau tidaknya memasang KWH meter untuk setiap kamar kost atau kontrakan, pesan kami bijaksanalah menggunakan listrik agar beban biaya perbulannya tidak terlalu mahal, sampai jumpa di artikel berikunya, salam.

Saturday, 18 May 2019

Memasang Grounding Untuk Instalasi Listrik Rumah Bertingkat

Hallo sahabat pembaca, kali ini kita jumpa lagi dalam suasana bulan puasa ramadhan 1440 Hijriyah, kalo sedang puasa begini memang butuh energy ekstra untuk memasang instalasi listrik, apalagi jika yang dipasang itu rumah atau bangunan bertingkat, namun demikian anda harus tetap semangat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya. 

Baiklah sahabat pembaca, pembahasan kita kali ini berhubungan dengan grounding atau arde listrik, sengaja kami mengangkat tema ini berdasarkan pertanyaan yang diajukan sahabat pelanggan beberapa waktu lalu, yakni : Bagaimana caranya memasang arde atau pembumian listrik pada bangunan bertingkat? 

Bagi anda yang memiliki pertanyaan yang sama dengan diatas berarti sekarang anda berada dihalaman yang tepat, kita akan bahas tentang arde listrik pada bangunan bertingkat, silahkan simak liputannya. 

Sebelum kita bahas lebih lanjut anda bisa simak cara pemasangan kabel arde pada stop kontak didalam video singkat dibawah ini. 


Pada setiap instalasi listrik bangunan, seharusnya installer memasang kabel arde pada setiap stop kontak yang ditempel didinding, namun terkadang hal ini tidak dilakukan dengan alasan terlalu banyak pemborosan kabel, maka dari itu terkadang kita temukan pada instalasi listrik bangunan juga tidak terpasang kabel arde. 

Kabel arde sebagaimana fungsinya, pada instalasi listrik bangunan akan selalu terpasang bersamaan dengan stop kontak yang ditanam di dinding bangunan, jadi bagai manapun bentuk bangunannya, entah itu bangunan rumah tinggal biasa atau bangunan gedung bertingkat, selagi terdapat stop kontak yang tertanam di dinding wajib disertai dengan kabel arde. 

Jadi pemahaman dasar tentang kabel arde ini dalam instalasi listrik bangunan, bahwasanya dia harus selalu terpasang bersamaan dengan kedudukan stop kontak. 

Dengan demikian pemasangan kabel arde untuk rumah bertingkat tidak ada keistimewaan khusus, kabel arde tetap harus terpasang mengikuti aturan pengabelan pada instalasi listrik pada umumnya, yakni pada setiap stop kontak yang ditanam didinding harus dipasang pula kabel arde. 

Lalu apa sebenarnya yang membuat grounding atau kawat pembumian pada rumah bertingkat ini istimewa? Yang membuat dia istimewa karena pengabelan pada rumah atau bangunan bertingkat terlihat rumit, sehingga terkadang pemilik bangunan juga bingung bagaimana kabel groundingnya. 

Maka dari itu pemirsa dimanapun anda berada, kabel arde pada instalasi bangunan bertingkat tetap mengikuti kaidah pemasangan kawat arde pada umumnya, sebagaimana kita bisa simak ilustrasi gambar dibawah ini. 

Gambar skema pemasangan grounding diluar bangunan
(Gambar skema pemasangan grounding diluar bangunan)
Sedangkan untuk pemasangan kawat arde pada besi yang akan ditancapkan kedalam bumi, juga mengikuti kaidah pembumian pada instalasi listrik umumnya, sebagaimana bisa kita simak pada gambar skema ilustrasi pemasangan kawat arde dibawah ini. 

Gambar pemasangan kawat arde pada besi
(Gambar pemasangan kawat arde pada besi)
Jadi pemirsa anda tidak usah bingung lagi bagaimana cara pemasangan grounding untuk instalasi listrik bangunan bertingkat, jawabannya mudah, asalkan semua kabel arde terpasang dengan baik pada instalasi listriknya, maka sambungan kabel arde ke kawat arde dalam pembumian bisa menggunakan satu buah pipa besi untuk setiap lantai bangunan.
Anda tidak perlu repot-repot membuatkan pipa besi sebagai grounding untuk setiap instalasi lantai bangunan, cukup satu saja, untuk sahabat pelanggan kami yang kebetulan membaca artikel ini, semoga anda tidak bingung lagi soal pemasangan grounding untuk setiap lantai bangunan bertingkat. 

Sekian dulu pembahasan dari kami, sampai jumpa pada artikel berikutnya, salam.

Wednesday, 19 September 2018

Penyebab Sekring Listrik Atau MCB Turun Sendiri Atau Strip (Off)

Kejadian ini sering dialami oleh masyarakat pengguna listrik, ketika menyalakan perangkat elektronik tertentu kemudian tiba—tiba MCBnya strip atau turun, kalau istilah di kampung-kampung sekringnya balik, kalau istilah sekarang MCB off, bagaimanapun bentuk kasusnya peristiwa yang terjadi pada judul kita kali ini disebut dengan korsleting listrik. 
Penyebab Sekring Listrik Atau MCB Turun Sendiri Atau Strip (Off)
(Ilustrasi)
Penyebab korsleting listrik seperti ini bermacam-macam, karena memang ada kabel yang rusak, atau karena adanya kelebihan permintaan daya listrik pada perangkat elektronik, sementara daya yang tersedia tidak sesuai dengan nilai listrik yang akan digunakan. 

Sekring listrik putus karena korsleting 

Istilah “sekring putus” ini paling sering terdengar di kampung-kampung, “Mengapa listrik tidak menyala” lalu dijawab pemilik rumah “sekring putus”, istilah sekring putus ini karena memang di kampung-kampung masih banyak yang menggunakan sekring sebagai pengaman listrik rumah, sementara itu zaman now sekarang kebanyakan sekring sudah diganti dengan MCB. 

Fungsi kedua (Sekring dan MCB) itu sebenarnya sama, untuk mengamankan listrik ketika terjadi peristiwa korsleting listrik. Hanya saja untuk sekring jika putus maka bisa diganti dengan satu helai kawat listrik, baru kemudian bisa digunakan lagi, sedangkan MCB tinggal di balik aja tuasnya ke posisi on, maka listrik bisa digunakan kembali. 

Pada kebanyakan kasus yang kami temukan, sekring putus atau MCB turun atau strip ini, terjadi karena penggunaan perangkat elektronik tertentu yang tidak sesuai dengan kapasitas listrik, berikut kami jelaskan. 

Contoh berikut kami harap bisa mempermudah anda memahami penyebab sekring putus atau mcb strip. Di rumah Mr A daya listrik yang digunakan 400, dengan daya segitu Mr A hanya bisa memakai perangkat elektronik seadaanya, untuk menunjang kemudahan hidup istri Mr A ingin menggunakan mesin sedot air, kulkas, televise kabel, dispenser dan perangkat elektronik lainnya. 

Karena daya yang dipilih hanya 400 maka ketika semua perangkat elektronik tersebut menyala, pada akhirnya sekring atau MCB dirumahnya putus, sehingga istri Mr A harus berkali kali menaikkan lagi posisi tuas MCBnya. 

Sejatinya dengan daya 400 tersebut hanya mampu menyalakan beberapa buah lampu dan sedikit perangkat elektronik saja, maka dari itu ketika permintaan daya listrik tinggi akibat penggunaan perangkat elektronik, MCB tidak mampu menahannya pada akhirnya MCB turun (Off). 

Ada pula contoh kasus yang lain, listrik dirumah Mr B memiliki daya 900, pada suatu hari istri Mr B membeli microwave, ketika ia ingin memanggang kue menggunkan alatnya yang baru, tiba-tiba MCB dirumahnya turun/strip, padahal seharusnya untuk satu microwave saja masih bisa dipenuhi oleh listrik dengan daya 900. 

Ketika diselidiki lebih lanjut mengapa MCB nya strip, ternyata diketahui bahwa beban yang sanggup di tampung oleh MCB yang terpasang dirumahnya hanyalah 6 Ampere, itu artinya ketika Mr B memiliki perangkat elektronik yang membutuhkan listrik melebihi dari 6 A maka secara otomatis MCB tidak mampu menahannya, maka terjadinya MCB strip atau MCB Off turun. 

Solusi agar sekring lsitrik tidak putus atau MCB rumah tidak strip/turun 

Saran kami, untuk mencegah timbulnya dampak berbahaya dari korsleting listrik, sebaiknya anda mulai bijak memilih hubungan dengan daya listrik yang disediakan PLN, anda membutuhkan listrik 1300 namun untuk menghemat uang (Pelit) anda memilih daya 400, maka jelas hal tersebut tidak sesuai dengan situasinya. 

Kemudian perhatikanlah dengan seksama kondisi listrik dirumah anda, ketika MCB pengaman yang anda gunakan hanya 4 Ampere, maka sebaiknya ketika menggunakan perangkat elektronik pilihlah perangkat yang hanya bisa dinyalakan dengan listrik 4 A, jangan lebih, jika lebih otomatis MCB dirumah anda tidak mampu menahan beban listrik yang diminta perangkat elektronik, meskipun daya listrik yang anda gunakan cukup besar semisal 1300. 

Nah sahabat listrik di Negara manapun anda berada, demikian tips singkat kami tentang mengatasi penyebab sekring listrik puitus dan MCB turun off, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya, salam.

Saturday, 28 July 2018

Apa Itu Lampu Merkuri ?

Kalau tidak ada lampu maka tidak ada gunanya listrik itu dipasang di rumah, betul tidak sahabat pembaca ? nah karena itu ternyata di dunia ini lampu listrik ini banyak sekali macam-macamnya, dan masing-masing digunakan untuk tujuannya, bagi sahabat yang belum sempat mengetahui macam-macam lampu listrik didunia ini silahkah simak pada link artikel kami dibawah ini. 


Sekarang ini kita bahas lampu jenis merkuri, lampu merkuri hampir sama prinsip kerjanya dengan lampu fluoresen, dimana cahaya dipancarkan berdasarkan terjadinya loncatan (peluahan muatan) di dalam tabung. 

Namun bentuk kontruksinya berbeda dengan lampi fluoresen, lampu merkuri terdiri dari dua tabung, yakni tabung dalam yang dari gelas kuarsal dan bohlam luar. 

Tabung dalam berisi uap merkuri dan sedikit gas argon, dua elektroda utama dibelokkan pada kedua ujung tabung, dan sebuah elektroda pengasut dipasang pada sisi berdekatan dengan salah satu elektroda utama. 
Apa Itu Lampu Merkuri ?

Saat sumber listrik disambung arus yang mengaliri tidak akan cukup mencapai terjadinya loncatan muatan diantara kedua elektroda utama, namun ionisasi terjadi diantara salah satu elektroda utama dengan elektroda pengasut melalui gas argon, ionisasi gas argon ini akan menyebar didalam tabung dalam menuju elektroda utama yang lain. 

Panas akan timbul akibat pelepasan electron yang terjadi dalam gas argon, dan cukup untuk menguapkan merkuri, hal ini menyebabkan tekanan gas dalam tabung meningkat tinggi, pada mulanya arus akan bekerja 1,5 hingga 1,7 arus normal, lampu akan menyala dalam waktu 5 sampai 7 menit. 

Cahaya awal berwarna kemerahan dan setelah kerja normal berwarna putih, jika sumber listrik diputuskan maka lampu tidak dapat dinyalakan kembali sampai tekanan didalam tabung berkurang, untuk dapat menghidupkan kembali lampu merkuri ini perlu waktu sekitar 5 menit atau lebih. 

Bohlam luar dari gelas yang disisi dalamnya dilapisi dengan bubuk fluoresen, berfungsi sebagai rumah lampu dan untuk menstabilkan suhu disekitar tabung, karena lampu merkuri adalah bagian dari lampu tabung, maka untuk mengoperasikannya harus menggunakan ballast sebagai pembatas arus. 

Biasanya ballast ini berupa reactor atau transformator bergantung dari karakteristik lampunya, lampu merkuri bekerja pada factor daya yang rendah, sehingga untuk meningkatkannya diperlukan kapasitor kompensasi yang dipasang secara parallel. 

Ada berbagai macam jenis lampu merkuri yang ada dipasaran, karena masing-masing produsen lampu merkuri memberikan nama-nama yang berbeda, sehingga menyulitkan konsumen untuk mengenal setiap jenis lampu merkuri ini. 

Untuk memudahkan anda mengenal jenis lampu merkuri, dibawah ini kita tampilkan tabel karakteristik lampu merkuri tekanan tinggi, sesuai dengan daya lampu dan fluks cahaya yang dihasilkan. 

Tabel Karakteristik Lampu Merkuri Tekanan Tinggi
Daya lampu (Watt) Fluks cahaya lampu (Lumen)
50 1.800
80 3.350
125 5.550
250 12.000
400 21.500
750 38.000
1000 54.000
Sumber : BP2IP Teknik listrik, Politeknik Ilmu Pelayaran

Demikianlah sahabat pemirsa lampu jenis merkuri, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya salam.

Tuesday, 24 July 2018

Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini

Kalau bukan orang yang menekuni bidang listrik memang tidak terlalu diperhatikan model lampu listrik ini, padalah dengan mengenal macam-macam model lampu listrik maka bisa kita mengetahui fungsi dan keunggulan setiap jenisnya, sehingga bisa digunakan dengan tepat pada tempat dan situasi yang tepat. 

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas model lampu listrik ini, seperti yang banyak ditemukan lampu busur termasuk lampu listrik, namun pada perkembangannya jenis lampu ini tidak dikembangkan karena penggunaannya yang terbatas, dimana lampu jenis busur ini hanya cocok digunakan untuk diluar ruangan. 

Berdasarkan prinsip kerjanya lampu listrik dibedakan menjadi dua yaitu lampu pijar dan lampu tabung atau neon sign. 

Cahaya lampu pijar merupakan pemijaran dari filament pada bohlam, macam-macam lampu pijar terdiri dari : 

a. Bohlam bening 

b. Bohlam buram 

c. Bohlam bentuk lilin 

d. Lampu argenta 

e. Lampu superlux 

f. Lampu luster 

g. Lampu halogen 

Sedangkan lampu tabung cahaya yang dihasilkannya berbeda dengan filament lampu pijar, tetapi melalui proses eksitasi gas atau uap logam yang terkandung dalam tabung lampu yang terletak diantara dua elektroda yang bertegangan tinggi, macam-macam lampu tabung antara lain sebagai berikut. 

1. Neon sign (Lampu tabung) 

a. TL 

b. Lampu hemat energy 

c. Lampu reklame 

d. Lampu merkuri 

e. Fluoresen 

f. Reflector 

g. Blended 

h. Halide 

i. Lampu sodium 

j. SOX 

k. SON 

Berikut kita bahas satu persatu jenis lampu-lampu diatas 

Sejarah singkat tentang lampu pijar 

Bola lampu listrik sebenarnya ditemukan pada tahun 1879 secara bersamaan oleh Sir Joseph Wilson Swan dan Thomas Alva Edison, yang pertama kali memperagakan lampu ini adalah Mr Swan, dia memperagakan lampu pijar dengan filament karbon didepan orang banyak sekitar (700 orang) di kota Newcastle inggris pada 5 februari 1879. 

Namun Mr Swan kesulitan memelihara keadaan hampa udara dalam bola lampu tersebut, sementara itu di laboratorium Edison di Menlo Park, Edison mengatasi masalah ini, pada tanggal 21 oktober 1879 ia berhasil menyalakan bola lampu dengan kawat pijar yang terbut dari karbon yang terus menyala selama 40 jam. 

Pada tahun 1913 Edison mengganti filament karbon dengan filament tungsten atau wolfram, sehingga efikasi lampu dapat meningkat menjadi 20 lument/watt, system ini disebut dengan system pemijaran. 

Pada tahun yang sama bola lampu kaca yang tadinya dibuat berupa udara kemudian diisi dengan gas bertekanan tinggi, pada mulanya digunakan gas nitrogen (N), setahun kemudian diganti dengan dengan gas argon (Ar) yang lebih stabil dan mempunyai sifat mengalirkan panas lebih rendah. 

Pada riset lainnya ditemukan bahwa dengan membentuk filament menjadi spiral, maka panas yang timbul menjadi kurang sehingga bisa meningkatkan efikasi lampu, dengan berkembangnya teknologi produksi lampu pijar hingga kini masih berjalan, bahkan lampu pijar mempunyai berbagai macam tipe. 

Secara umum lampu pijar mempunyai cahaya kekuningan, sehingga menimbulkan suasana hangat romantis dan syahdu, dengan demikian cocok digunakan pada ruangan berprivasi seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan toilet. 

Macam-macam lampu pijar 

1. Lampu bohlam bening 

Lampu jenis ini tabung gelasnya bening, tidak berlapis sehingga dapat menghasilkan cahaya lebih tajam dibanding jenis lampu bohlam lainnya, idealnya untuk penerangan tidak langsung terutama dengan armature tertutup dan lebih mementingkan cahaya terang. 

Lampu pijar ini mempunyai keunggulan antara lain : 

· Mempunyai nilai “Color rendering index” 100 % yang cahayanya tidak merubah warna asli objek. 

· Mempunyai bentuk fisik lampu yang sederhana, macam-macam bentuknya yang menarik, praktis pemasangannya. 

· Dan harganya relative lebih murah serta mudah didapat di toko-toko 

· Instalasinya murah tidak perlu perlengkapan tambahan 

· Lampu dapat langsung menyala 

· Terang redupnya dapat diatur dengan dimmer 

· Cahayanya dapat difokuskan 

Kelemahan lampu pijar 

· Mempunyai efisiensi rendah, karena energy yang dihasilkan untuk cahaya hanya 10 % dan sisanya memancar sebagai panas 

· Mempunyai efikasi rendah yaitu sekitar 12 lumen/watt 

· Umur lampu pijar lebih pendek dibandingkan lampu jenis lainnya 

· Sensisitif terhadap tegangan 

· Silau 

2. Lampu bohlam buram 

Tabung gelasnya dibuat buram untuk menahan cahaya sehingga tidak silau. 

3. Lampu berbentuk lilin 

Lampu jenis ini biasanya digunakan untuk lampu hiasan atau lampu dekorasi Kristal pada ruang tamu. 

4. Lampu argenta 

Tabung gelas bagian dalam dari lampu argenta dilapisi serbuk lembut cahaya, sehingga distribusi cahayanya merata, lembut dan tidak silau, lampu argenta mempunyai efikasi yang sama dengan bohlam bening. 

5. Lampu superlux 

Lampu superlux merupakan perpaduan lampu bohlam bening dengan lampu argenta, tiga perempat dari tabung gelas dilapisi serbuk tembus cahaya yang dihasilkan lampu ini sebagian didistribuikan ke bawah 

6. Lampu luster 

Lampu ini biasanya digunakan untuk dekorasi, karena warnanya bermacam-macam daya rendah dan bentuknya ada yang bulat dan ada yang berbentuk lilin. 

7. Lampu halogen 

Lampu halogen dibuat untuk mengatasi masalah ukuran fisik dan struktur pada lampu pijar dalam penggunaannya sebagai lampu sorot, lampu projector film, dalam bidang-bidang ini diperlukan ukuran lampu yang kecil sehingga system pengendalian arah dan focus cahaya dapat dilakukan lebih presisi. 

Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini
(Ilustrasi)
Lampu halogen bekerja pada suhu 2.800 derajat celcius jauh lebih tinggi dari kerja lampu pijar yang hanya 400 derajat celcius, karena adanya tambahan gas halogen, seperti sodium oleh karena itu walaupun halogen termasuk jenis lampu pijar tetapi mempunyai efikasi sekitar 22 lumen/watt. 

Cahaya dari lampu halogen dapat memunculkan warna asli objek yang terkena cahaya, karena cahaya yang dihasilkan lampu halogen umumnya lebih terang dan lebih putih dibandingkan cahaya lampu pijar (Pada daya yang sama), lampu halogen pada umumnya ukuran fisiknya kecil, rumit pembuatannya sehingga harganya lebih mahal dibandingkan lampu pijar dan neon. 

lampu tabung (Neon sign) 

pada akhir abad ke-19 George Claude seorang ilmuwan perancis melakukan percobaan-percobaan dengan membuat busur antara dua elektroda dalam sebuah pembuluh pipa vakum dengan diisi gas neon, bila pada kedua elektroda dipasang tegangan yang tinggi maka terjadi suatu cahaya merah yang dalam. 

Oleh karena didalam tabung diisi dengan gas neon lampu tabung ini sering disebut dengan lampu neon, pengisian pada tabung dengan jenis gas-gas yang lain dapat menghasilkan beraneka warna-warni cahaya, sehingga lampu ini banyak digunakan untuk keperluan hiasan iklan. 

Warna dari cahaya yang dipancarkan bergantung pada jenis gas atau uap logam yang terkandung di dalam tabung. 

1. Lampu fluoresen / TL 

Konstruksi lampu fluoresen terdiri dari tabung gelas berwarna putih susu, karena dinding bagian dalam tabung dilapisi serbuk pasphor. 

2. Lampu hemat energy 

Lampu jenis neon ini mempunyai komponen listrik yang terdiri dari ballast, stater dan kapasitor kompensasi yang terpadu dalam satu kesatuan, lampu teknologi ini disebut sebagai “Compact Fluoresen” dan beberapa produsen lampu menyebutnya sebagai lampu SL dan PL. 

3. Lampu merkuri 

Prinsip kerja dari lampu ini sama dengan lampu fluoresen, yaitu cahaya yang dipancarkan berdasarkan terjadinya loncatan electron didalam tabung, untuk lebih lengkapnya tentang lampu merkuri ini silahkan anda baca pada link artikel dibawah ini.

[Apa itu lampu merkuri]

4. Lampu merkuri fluoresen 

Lampu ini termasuk merkuri tekanan rendah, didalam tabung berisi gas argon sedangkan bagian dalam dilapisi serbuk fluoresen. 

5. Lampu merkuri reflector 

Lampu ini dirancang hanya untuk penerangan ke bawah bohlam langsung menjadi reflektornya, dengan cahaya yang diarahkan ke bawah. 

6. Lampu merkuri halide 

Pada prinsipnya karakteristik elektris lampu merkuri halide sama dengan lampu merkuri fluoresen, tetapi untuk penyalaan awal memerlukan tegangan yang lebih tinggi. 

Lampu sodium 

Lampu ini disebut juga dengan lampu natrium, tabung gelas lampunya berbentuk U yang tahan terhadap cairan sodium, berdasarkan tekanan kerja pada tabung, lampu sodium dibedakan menjadi dua macam, yakni sodium tekanan rendah (SOX) dan sodium tekanan tinggi (SON)