Pintar listrik

Selamat Datang...

Panduan sederhana, simpel, mudah dimengerti, mengenai listrik

MULAIGabung

Saturday, 1 June 2019

Cara Mengetahui Titik Kesalahan Instalasi Kabel Netral Pada Instalasi Listrik Bangunan

Selama bulan puasa ini (1441 hijriah) saya menemukan satu pertanyaan soal listrik yang beruntun, awal mulanya sahabat itu bertanya tentang MCB yang trip atau turun katika pemakaian listrik di kantornya maksimal, pengertian maksimal disini dimana semua peralatan listrik yang ada dikantornya menyala, seperti mesin foto copy, AC kantor, freezer dan lain sebagainya, setelah dia periksa ternyata kabel netralnya terdapat arus listrik. 

Untuk pertanyaan mengenai MCB yang trip karena kabel netral yang memiliki arus ini, bisa anda temukan pada tautan artikel dibawah ini. 

“Apakah Kabel Netral Pada Listrik Memiliki Arus ?” 

Maka dari itu pada kesempatan kali ini kita akan bahas cara mengetahui sumber kesalahan pengabelan pada instalasi listrik bangunan, namun sebelumnya penting untuk saya ingatkan, identifikasi awal kesalahan instalasi kabel netral ini ditandai dengan terdapatnya arus pada kedua lobang stop kontak yang tertanam atau terpasang pada dinding bangunan, ketika dilakukan pengecekan menggunakan obeng tespen. 

Kasus kesalahan pengabelan kabel netral ini dilapangan beragam bentuknya, dan bisa kita kumpulkan pada beberapa point dibawah ini. 

a. Kesalahan pengabelan netral yang tidak disadari sama sekali, sehingga diketahuinya hanya ketika listrik dinyalakan. 

Biasanya kasus seperti ini hanya disadari ketika pemilik bangunan menempati rumahnya, dan terjadi MCB trip atau turun. 

b. Kesalahan pengabelan netral ketika pemasangan instalasi listrik sudah 80 %. 

Untuk kasus yang seperti ini installer listrik harus mengulang kembali pekerjaannya. 

c. Kesalahan pengabelan netral karena seluruh instalasi listrik menggunakan warna kabel yang sama. 

Kasus seperti ini biasanya sering terjadi di kampung-kampung, pasalnya orang kampung tidak terlalu paham pentingnya membedakan warna kabel untuk instalasi listrik, sehingga pada saat instalasi listrik akan dilakukan si pemilik bangunan hanya membeli kabel satu warna saja, kemudian installer listrik lama lama kebingungan menyambungkan kabelnya, lalu setelah selesai akhirnya semuanya kacau. 

Mencari titik kesalahan pengabelan instalasi kabel netral kali ini akan saya jelaskan berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan. 

Pada suatu hari saya tidak ingat lagi kapan, salah seorang pegawai di kantor dinas sosial Tenaga kerja, mengeluhkan listrik dirumahnya sering putus sekring (Istilah di kampung/kabupaten) atau MCB trip, kemudian saya datang kerumahnya dan melakukan pemeriksaan dasar, yakni memastikan semua stop kontak yang tertanam didinding memiliki arus listrik atau fase. 

Setiap saya menerima keluhan listrik dari tetangga atau teman di lingkungan rumah, saya selalu melakukan prosedur awal demikian, yakni mengecek ketersediaan arus pada setiap stop kontak yang terpasang di dinding, mengapa demikian ? karena saya menganggap setiap stop kontak yang terpasang di dinding bangunan merupakan satuan kelompok antara stop kontak dan sakelar. 

Jadi misalkan dalam satu rumah ada 4 kamar dan masing-masing kamar terdapat satu stop kontak dan satu saklar, maka saya membaginya menjadi 4 kelompok, untuk kasus lampu yang tidak bisa menyala pada kamar 1, maka saya menganggapnya ada masalah untuk instalasi listrik kelompok kamar 1, kemudian di cek, apabila stop kontak normal dan bolham juga bagus, itu artinya ada masalah pada saklar. 

Nah pada kasus kesalahan pengabelan kabel netral ini, ketika saya menganggap setiap kamar merupakan satu kelompok, saya harus pastikan pada setiap kamar stop kontak yang terpasang juga terpadat arus yang normal ada fase dan netral, namun jika pada kedua lobang stop kontaknya sama-sama terdapat arus listrik atau sama-sama fase, itu berarti ada kesalahan pengabelan kabel netral pada kelompok kamar tersebut, jika hanya pada kamar itu saja terdapat kesalahan sedangkan di kamar yang lain normal, maka kelompok instalasi listrik pada kamar tersebut harus dilakukan perbaikan dengan mengurutkan kembali instalasi kabelnya, dan membetulkan kembali sambungan kabel netral yang salah. 

Cara diatas merupakan cara pertama bagi saya mengetahui kesalahan pengabelan kabel netral secara manual menggunakan obeng tespen. 

Cara manual kedua untuk mengetahui kesalahan pengabelan kabel netral ini, adalah dengan memeriksa seluruh stop kontak dengan obeng tespen, cara ini persis seperti yang saya lakukan di rumah pegawai dinas sosial diatas, ketika saya periksa dan pada semua stop kontak yang terpasang semuanya terdapat arus fase, artinya semua instalasi listrik dirumah itu terjadi kesalahan pengabelan kabel netral. 

Maka langkah berikutnya saya memeriksa pengabelan yang terdapat pada KWH meter, hasilnya pada waktu itu saya temukan kabel netral yang berasal dari tiang utama PLN (TR) normal, jadi listrik yang masuk dari PLN ke KWH meter normal, maka saya simpulkan kesalahan total terdapat pada pemasangan instalasi listriknya. 

Ketika saya cek lagi menggunakan tespen kabel netral input dari KWH meter ke instalasi listrik rumah, sampai pada distribusi listrik sambungan MCB kedua normal, dari MCB kedua ini baru saya temukan kesalahan pengabelan kabel netral, dimana kabel netral tersambung bersama arus fase dalam kotak T-Dos, untuk lebih memudahkan penjelasan saya ini anda bisa simak pada gambar simulasi dibawah ini. 

Cara Mengetahui Titik Kesalahan Instalasi Kabel Netral Pada Instalasi Listrik Bangunan
(Gambar simulasi : contoh kesalahan pengabelan kabel netral)

Pada akhirnya saya terpaksa memutuskan sambungan kabel netral yang salah tersebut, dan menyambungkan kembali bersama kabel netral yang seharusnya. 

Sahabat pembaca yang saya hormati, ketika anda mengalami kasus kesalahan pengabelan kabel netral ini, maka saran saya segera lakukan perbaikan instalasi listriknya, sebelum terjadi bahaya listrik berikutnya. 

Demikian cara saya mengetahui sumber kesalahan pada pengabelan instalasi listrik, khususnya instalasi kabel netral, semoga artikel ini membantu anda, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya, salam. 

Apakah Kabel Netral Pada Listrik Memiliki Arus ?

Hallo sahabat pembaca, ternyata setelah ditelusuri lebih dalam, begitu banyak persoalan listrik yang belum dipahami dengan baik bagi sebagian orang, bahkan untuk pertanyaan yang paling mendasarpun masih banyak yang belum paham, oke baiklah jumpa lagi kita dalam artikel selanjutnya dimana sebelum ini kita telah membahas tentang “Cara memasang grounding listrik pada bangunan sekolah”, untuk anda yang ingin mengetahui masalah grounding di sekolah silahkan baca pada tautan tersebut. 

Saya baru kembali dari forum komunitas kelistrikan tadi malam, sambil membawa pertanyaan yang paling dasar seperti judul artikel kita kali ini, yakni mengenai kabel netral pada instalasi listrik bangunan, pertanyaan diatas diajukan oleh seorang yang seolahnya paham mengenai instalasi listrik, namun ketika diberi penjelasan oleh petugas instalasi ia tetap tidak mau menerimanya. 

Maka demikian cobalah kita bahas kali ini, mana tau yang bersangkutan bisa paham dengan penjelasan sederhana yang terdapat pada blog ini. 

Setiap pelajaran listrik di jenjang sekolah manapun, jika kita tanyakan apakah kabel netral memiliki arus listrik? Maka jawabannya adalah tidak! Mengapa demikian karena dalam dunia kelistrikan positif dan negative itu selalu berpasangan, dan sifatnya juga berlawanan, yang kabel fase/phasa/kabel (- ) sebagai pembawa arus bolak balik, dan kabel yang netral/kabel (+) sebagai pengamannya/pentanahan. 

Apakah dengan ketentuan demikian berarti kabel netral tidak terdapat arus listrik? Seharusnya iya! Namun pada kasus dilapangan tetap saja pernah kita temukan kabel netral yang ternyata juga memiliki arus listrik, hal itu disebabkan karena adanya kesalahan dalam pengabelan instalasi listrik, dengan kata lain kabel netral juga terhubung dengan kabel fase. 

Pada rangkaian pengabelan yang tidak benar, kesalahan penyambungan ini hanya akan diketahui ketika seluruh instalasi sudah dilakukan, kemudian listrik dinyalakan dan setelah di cek dengan tespen ternyata pada stop kontak kedua lubangnya sama-sama terdapat arus listrik. 

Jika instalasi listrik seperti diatas dibiarkan maka ketika terjadi pemakaian listrik yang cukup tinggi, maka MCB akan tetap turun (trip), hal itu disebabkan MCB tidak sanggup memberikan daya yang melebihi kapasitas hantarannya, selain itu bahaya listrik berikutnya juga sangat berpotensi untuk terjadi yakni korsleting arus pendek. 

Jadi untuk penanya yang bertanya di komunitas listrik tempo hari, tidak ada gunanya mengukur kekuatan phasa kabel (-) dan (+), atau menguji satu persatu beban yang terdapat pada Box distribusi, hal itu tidak akan menyelesaikan permasalahan MCB yang trip ketika pemakaian beban 33 A, meski daya listrik yang terpasang 11000 VA dan MCB yang terpasang 50 A. 

Ketika petugas PLN mengatakan kesalahan MCB trip bisa berasal dari kesalahan instalasi pengabelan, pada kasus trip MCB karena arus listrik juga terdapat pada kabel netral, maka tidak ada jalan lain selain kita harus mengurai kembali dimana titik terjadinya kesalahan itu. 

Apakah Kabel Netral Pada Listrik Memiliki Arus ?
(Ilustrasi)
Namun mencari kesalahan pengabelan seperti kabel netral yang memiliki arus listrik, menjadi tidak mudah manakala instalasi listrik itu terdapat pada gedung bertingkat, atau pada bangunan rumah sakit, atau pada bangunan toko swalayan. 

Maka dari itu khusus untuk pembahasan cara mencari titik kesalahan pengabelan listrik ini, atau cara mengetahui dimana kesalahan pengabelan instalasi kabel netral, telah kita bahas pada artikel khusus, untuk saat ini cukuplah kita jawab dulu pertanyaan sahabat listrik yang bertanya tempo hari, tentang MCB yang turun atau trip karena kabel netral juga memiliki arus listrik. 

Bagi sahabat yang ingin mengetahui cara mencari titik kesalahan pengabelan kabel netral ini, silahkan baca pada tautan dibawah ini. 

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat untuk kehidupan dunia, sampai jumpa pada artikel berikutnya, salam.

Wednesday, 29 May 2019

Point Penting Dalam Memasang Grounding Listrik Di Bangunan Sekolah

Grounding atau pembumian sebagai salah satu system pengamanan listrik memang terkadang sepele saja, tapi memiliki peran yang sangat besar bagi keselamatan pengguna listrik, terutama ketika terjadi cuaca buruk seperti petir atau halilintar, lalu apakah ada perbedaan grounding yang digunakan di bangunan rumah penduduk dengan bangunan sekolah, mari kita simak pembahasannya. 

Beberapa waktu lalu kami mendapati beberapa pertanyaan menarik dari pembaca blog kita tercinta ini, pertanyaan itu menyangkut persoalan grounding listrik di bangunan sekolah, dan bagaimana cara memasangnya, dalam pemasangan instalasi listrik untuk bangunan sekolah ini pada prinsipnya sama dengan bangunan rumah, demikian juga halnya dengan kabel pembumian prinsipnya sama, hanya saja yang membedakannya, terkadang bangunan sekolah ada yang bertingkat dan ada yang tidak, jadi agak sedikit repot memasang groundingnya. 

Sebelum kita lebih jauh mendalami perbedaan grounding listrik bangunan rumah tinggal dengan bangunan gedung sekolah, perlu kami ingatkan kembali prinsip dasar dari grounding listrik ini. 

Grounding listrik atau pembumian listrik ini, akan berfungsi sesuai dengan kapasitasnya, manakala dalam pemasangan instalasi listrik kabel arde juga terpasang disetiap stop kontak, sehingga fungsi grounding sebagai salah satu pengaman listrik berjalan sesuai dengan kapasitasnya. 

Penting kami ingatkan kembali bahwasanya grounding listrik dengan anti petir pada bangunan merupakan sesuatu yang berbeda, terkadang pemahaman yang seperti ini bercampur aduk sehingga sering kita keliru memahaminya. 

Seringkali tanpa sengaja kita jumpai dalam kehidupan ini, ketika kita memperhatikan bangunan sekolah yang bertingkat, terkadang kita temukan besi panjang tinggi menjulang sampai ke atap bangunan sekolah bertingkat, dan diujung puncak besi itu terlihat runcing. 

Point Penting Dalam Memasang Grounding Listrik Di Bangunan Sekolah
(Ilustrasi : Gambar simulasi Pemasangan kabel arde)
Untuk sahabat ketahui besi panjang tinggi menjulang itulah yang disebut dengan anti petir, ujung besi yang runcing itu sebagai penangkap petir, sebagaimana yang kita ketahui sifat umum petir dan halilintar itu adalah menyambar sesuatu yang paling tinggi ketika terjadi cuaca buruk. 

Karena pada umumnya bangunan sekolah bertingkat atau sekolah tidak bertingkat memiliki areal yang luas, sehingga diasumsikan lebih memiliki ruang terbuka yang lebih luas dibanding rumah tinggal, maka dari itu potensi terkena petir lebih memungkinkan dari pada bangunan rumah tinggal, yang biasanya memiliki pohon atau vegetasi alam yang lebih tinggi disekelilingnya. 

Setelah kita mengulas tentang perbedaan grounding atau pembumian pada bangunan sekolah dan bangunan rumah biasa, sekarang kita masuk ke sesi memasang grounding di bangunan sekolah. 

Point penting dalam memasang grounding atau pengabelan arde pada bangunan sekolah, sebagai berikut. 

1. Situasional dengan lingkungan bangunan sekolah. 

Bangunan sekolah di pedesaan sangat kontras dibanding sekolah di perkotaan, di pedesaan umumnya bangunan sekolah luas sekali, sedangkan di kota sempit karena harga tanah mahal. Maka dari itu grounding atau pembumian pada bangunan yang memiliki areal luas, tetap mengikuti aturan pemasangan sebagaimana yang terdapat pada gambar dibawah ini.

Point Penting Dalam Memasang Grounding Listrik Di Bangunan Sekolah
(Ilustrasi pemasangan grounding pada instalasi listrik bangunan)
Selain grounding sebaiknya di bangunan sekolah yang bertingkat juga menggunakan besi panjang setinggi atap sekolah yang berfungsi sebagai anti petir, dan kabel arde ditanam terpisah dengan besi anti petir ini, kalau bisa diberi jarak yang cukup jauh. 

2. Pastikan ditempat pemasangan kawat arde atau anti petir tidak tergenang air ketika hujan. 

Hal ini penting karena jika lingkungan tempat pembumian kabel ini tergenang air, ketika terjadi hujan petir halilintar menyambar besar kemungkinan mahluk hidup yang berada dalam genangan air berpotensi terkena sambaran petir. 

3. Pada bangunan sekolah sebaiknya memasang satu besi anti petir dan besi pembumian sebagai grounding kabel arde dari instalasi listrik. 

4. Kawat yang digunakan sebagai pembumian/grounding sebaiknya berukuran besar. 

Hal ini bertujuan agar kabel arde tidak mudah putus. 

5. Jangan jadikan besi grounding atau anti petir sebagai tiang jemuran, 

Suka atau tidak suka hal ini pernah dan sering terjadi, terutama di perkotaan, adalah tindakan yang berbahaya menjadikan besi anti petir sebagai tiang jemuran, apalagi ketika cuaca buruk sedang terjadi dan ada saja mahluk hidup yang iseng berteduh dekat jemuran sambil bergelantungan pada kawat jemuran, dan potensinya terkena sambaran petir lebih besar. 

Nah sahabat pembaca meski grounding atau pembumian kabel arde itu terlihat sepele, namun berpengaruh besar dalam keselamatan lingkungan, sampai jumpa pada artikel selanjutnya, Salam ….

Sunday, 19 May 2019

Bolehkah Memasang KWH Meter Untuk Masing-Masing Kamar Rumah Kost ?

Sekitar tahun 2017 lalu mbak Ratna Pandawa pernah bertanya tentang KWH meter untuk rumah kost ini, pertanyaannya seperti judul pembahasan kita kali ini, kami mohon maaf sebelumnya, karena kesibukan yang tidak menentu baru kali ini kami punya kesempatan membahas pertanyaan tersebut, “Maaf ya mbak”. 
Bolehkah Memasang KWH Meter Untuk Masing-Masing Kamar Rumah Kost
(Ilustrasi, Foto : usahainvestasi.com)
Hidup sebagai perantau memang tidak luput dari yang namanya kostan atau kontrakan, sebagaimana kita ketahui dalam perkumpulan kost terdiri dari berbagai macam sifat manusia penghuninya, semakin banyak penghuninya maka semakin beragamlah tingkah lakunya, keragaman tingkah laku itu juga turut mempengaruhi keberhasilan hubungan antara sesama penghuni kost. 

Saya masih ingat zaman ketika saya sekolah dan tinggal ngekost, tapi zaman itu kami tidak terlalu mikirkan soal listriknya, karena uang kost dibayar perbulan, kalau tak salah waktu itu seratus ribu perbulan, dan listriknya mau pakai berapapun tidak ada masalah. 

Tapi itu dulu, sekarang ternyata tuntutan zamannya lain lagi, semakin popular kamar kontarakan itu semakin beragam persoalan yang timbul, sebagaimana yang pernah saya saksikan sendiri di kota Bogor, setiap kamar kost terpasang satu KWH meter, usut punya usut ternyata pemilik kostnya pernah kerepotan membayar tagihan listrik perbulan saking banyaknya penghuni kost. 

Seperti kata salah seorang ibu kost yang pernah saya tanya, mengapa harus perkamar dipasang KWH meternya, jawab ibu kost kalem gini, “ Anak kost zaman sekarang kalau ngekost itu udah kaya pindah rumah aja, semua dibawa lemari es, TV, freezer, kipas angin, pasang AC, dan banyak lagi yang lainnya, dari pada saya pusing dengan tagihan listriknya mending mereka sendiri yang bayar listriknya”. 

Contoh kasus yang kami temukan di Kota Bogor itu senada dengan pertanyaan mbak Ratna beberapa tahun lalu, maka dari itu apakah boleh memasang KWH meter untuk setiap kamar kost? Jawabannya boleh, tapi tentu saja dengan ketentuan sebagai berikut: 

1. Pelanggan yang mengajukan permohonan pemasangan listrik baru itu harus memiliki kedudukan yang tetap, artinya dia adalah penduduk setempat, dengan kata lain kalo yang mengajukan pemasangan adalah anak kost yang notabenenya bukanlah penduduk local tetap, tentu saja hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi PLN, karena masalah listrik ini tidak hanya sekedar memasang saja, namun juga soal pertanggung jawabannya, terutama dalam pembayaran beban biaya perbulannya. 
Maka dari itu yang mengajukan pemasangan KWH meter untuk setiap kamar kost, sebaiknya adalah orang yang punya atau pemilik kontrakan kost tersebut. 
2. Penanggung jawab penuh KWH meter setiap kamar kontrakan bagi PLN adalah pemilik kontrakan, maka dari itu ketika kamar kontrakan tidak dihuni alias kosong, maka pemilik kontrakan tetap akan membayar tagihan beban perbulannya. 
3. Bagi pengguna atau penyewa kamar kost sebaiknya bijaksana menggunakan listrik, dan menjaganya dari segala kemungkinan yang bisa berakibat membahayakan seluruh penghuni kontrakan, terutama menjaganya dari kebakaran. 

Sahabat pembaca demikianlah pembahasan kita tentang boleh atau tidaknya memasang KWH meter untuk setiap kamar kost atau kontrakan, pesan kami bijaksanalah menggunakan listrik agar beban biaya perbulannya tidak terlalu mahal, sampai jumpa di artikel berikunya, salam.

Saturday, 18 May 2019

Memasang Grounding Untuk Instalasi Listrik Rumah Bertingkat

Hallo sahabat pembaca, kali ini kita jumpa lagi dalam suasana bulan puasa ramadhan 1440 Hijriyah, kalo sedang puasa begini memang butuh energy ekstra untuk memasang instalasi listrik, apalagi jika yang dipasang itu rumah atau bangunan bertingkat, namun demikian anda harus tetap semangat menjalankan ibadah puasa bagi yang melaksanakannya. 

Baiklah sahabat pembaca, pembahasan kita kali ini berhubungan dengan grounding atau arde listrik, sengaja kami mengangkat tema ini berdasarkan pertanyaan yang diajukan sahabat pelanggan beberapa waktu lalu, yakni : Bagaimana caranya memasang arde atau pembumian listrik pada bangunan bertingkat? 

Bagi anda yang memiliki pertanyaan yang sama dengan diatas berarti sekarang anda berada dihalaman yang tepat, kita akan bahas tentang arde listrik pada bangunan bertingkat, silahkan simak liputannya. 

Sebelum kita bahas lebih lanjut anda bisa simak cara pemasangan kabel arde pada stop kontak didalam video singkat dibawah ini. 


Pada setiap instalasi listrik bangunan, seharusnya installer memasang kabel arde pada setiap stop kontak yang ditempel didinding, namun terkadang hal ini tidak dilakukan dengan alasan terlalu banyak pemborosan kabel, maka dari itu terkadang kita temukan pada instalasi listrik bangunan juga tidak terpasang kabel arde. 

Kabel arde sebagaimana fungsinya, pada instalasi listrik bangunan akan selalu terpasang bersamaan dengan stop kontak yang ditanam di dinding bangunan, jadi bagai manapun bentuk bangunannya, entah itu bangunan rumah tinggal biasa atau bangunan gedung bertingkat, selagi terdapat stop kontak yang tertanam di dinding wajib disertai dengan kabel arde. 

Jadi pemahaman dasar tentang kabel arde ini dalam instalasi listrik bangunan, bahwasanya dia harus selalu terpasang bersamaan dengan kedudukan stop kontak. 

Dengan demikian pemasangan kabel arde untuk rumah bertingkat tidak ada keistimewaan khusus, kabel arde tetap harus terpasang mengikuti aturan pengabelan pada instalasi listrik pada umumnya, yakni pada setiap stop kontak yang ditanam didinding harus dipasang pula kabel arde. 

Lalu apa sebenarnya yang membuat grounding atau kawat pembumian pada rumah bertingkat ini istimewa? Yang membuat dia istimewa karena pengabelan pada rumah atau bangunan bertingkat terlihat rumit, sehingga terkadang pemilik bangunan juga bingung bagaimana kabel groundingnya. 

Maka dari itu pemirsa dimanapun anda berada, kabel arde pada instalasi bangunan bertingkat tetap mengikuti kaidah pemasangan kawat arde pada umumnya, sebagaimana kita bisa simak ilustrasi gambar dibawah ini. 

Gambar skema pemasangan grounding diluar bangunan
(Gambar skema pemasangan grounding diluar bangunan)
Sedangkan untuk pemasangan kawat arde pada besi yang akan ditancapkan kedalam bumi, juga mengikuti kaidah pembumian pada instalasi listrik umumnya, sebagaimana bisa kita simak pada gambar skema ilustrasi pemasangan kawat arde dibawah ini. 

Gambar pemasangan kawat arde pada besi
(Gambar pemasangan kawat arde pada besi)
Jadi pemirsa anda tidak usah bingung lagi bagaimana cara pemasangan grounding untuk instalasi listrik bangunan bertingkat, jawabannya mudah, asalkan semua kabel arde terpasang dengan baik pada instalasi listriknya, maka sambungan kabel arde ke kawat arde dalam pembumian bisa menggunakan satu buah pipa besi untuk setiap lantai bangunan.
Anda tidak perlu repot-repot membuatkan pipa besi sebagai grounding untuk setiap instalasi lantai bangunan, cukup satu saja, untuk sahabat pelanggan kami yang kebetulan membaca artikel ini, semoga anda tidak bingung lagi soal pemasangan grounding untuk setiap lantai bangunan bertingkat. 

Sekian dulu pembahasan dari kami, sampai jumpa pada artikel berikutnya, salam.

Wednesday, 19 September 2018

Penyebab Sekring Listrik Atau MCB Turun Sendiri Atau Strip (Off)

Kejadian ini sering dialami oleh masyarakat pengguna listrik, ketika menyalakan perangkat elektronik tertentu kemudian tiba—tiba MCBnya strip atau turun, kalau istilah di kampung-kampung sekringnya balik, kalau istilah sekarang MCB off, bagaimanapun bentuk kasusnya peristiwa yang terjadi pada judul kita kali ini disebut dengan korsleting listrik. 
Penyebab Sekring Listrik Atau MCB Turun Sendiri Atau Strip (Off)
(Ilustrasi)
Penyebab korsleting listrik seperti ini bermacam-macam, karena memang ada kabel yang rusak, atau karena adanya kelebihan permintaan daya listrik pada perangkat elektronik, sementara daya yang tersedia tidak sesuai dengan nilai listrik yang akan digunakan. 

Sekring listrik putus karena korsleting 

Istilah “sekring putus” ini paling sering terdengar di kampung-kampung, “Mengapa listrik tidak menyala” lalu dijawab pemilik rumah “sekring putus”, istilah sekring putus ini karena memang di kampung-kampung masih banyak yang menggunakan sekring sebagai pengaman listrik rumah, sementara itu zaman now sekarang kebanyakan sekring sudah diganti dengan MCB. 

Fungsi kedua (Sekring dan MCB) itu sebenarnya sama, untuk mengamankan listrik ketika terjadi peristiwa korsleting listrik. Hanya saja untuk sekring jika putus maka bisa diganti dengan satu helai kawat listrik, baru kemudian bisa digunakan lagi, sedangkan MCB tinggal di balik aja tuasnya ke posisi on, maka listrik bisa digunakan kembali. 

Pada kebanyakan kasus yang kami temukan, sekring putus atau MCB turun atau strip ini, terjadi karena penggunaan perangkat elektronik tertentu yang tidak sesuai dengan kapasitas listrik, berikut kami jelaskan. 

Contoh berikut kami harap bisa mempermudah anda memahami penyebab sekring putus atau mcb strip. Di rumah Mr A daya listrik yang digunakan 400, dengan daya segitu Mr A hanya bisa memakai perangkat elektronik seadaanya, untuk menunjang kemudahan hidup istri Mr A ingin menggunakan mesin sedot air, kulkas, televise kabel, dispenser dan perangkat elektronik lainnya. 

Karena daya yang dipilih hanya 400 maka ketika semua perangkat elektronik tersebut menyala, pada akhirnya sekring atau MCB dirumahnya putus, sehingga istri Mr A harus berkali kali menaikkan lagi posisi tuas MCBnya. 

Sejatinya dengan daya 400 tersebut hanya mampu menyalakan beberapa buah lampu dan sedikit perangkat elektronik saja, maka dari itu ketika permintaan daya listrik tinggi akibat penggunaan perangkat elektronik, MCB tidak mampu menahannya pada akhirnya MCB turun (Off). 

Ada pula contoh kasus yang lain, listrik dirumah Mr B memiliki daya 900, pada suatu hari istri Mr B membeli microwave, ketika ia ingin memanggang kue menggunkan alatnya yang baru, tiba-tiba MCB dirumahnya turun/strip, padahal seharusnya untuk satu microwave saja masih bisa dipenuhi oleh listrik dengan daya 900. 

Ketika diselidiki lebih lanjut mengapa MCB nya strip, ternyata diketahui bahwa beban yang sanggup di tampung oleh MCB yang terpasang dirumahnya hanyalah 6 Ampere, itu artinya ketika Mr B memiliki perangkat elektronik yang membutuhkan listrik melebihi dari 6 A maka secara otomatis MCB tidak mampu menahannya, maka terjadinya MCB strip atau MCB Off turun. 

Solusi agar sekring lsitrik tidak putus atau MCB rumah tidak strip/turun 

Saran kami, untuk mencegah timbulnya dampak berbahaya dari korsleting listrik, sebaiknya anda mulai bijak memilih hubungan dengan daya listrik yang disediakan PLN, anda membutuhkan listrik 1300 namun untuk menghemat uang (Pelit) anda memilih daya 400, maka jelas hal tersebut tidak sesuai dengan situasinya. 

Kemudian perhatikanlah dengan seksama kondisi listrik dirumah anda, ketika MCB pengaman yang anda gunakan hanya 4 Ampere, maka sebaiknya ketika menggunakan perangkat elektronik pilihlah perangkat yang hanya bisa dinyalakan dengan listrik 4 A, jangan lebih, jika lebih otomatis MCB dirumah anda tidak mampu menahan beban listrik yang diminta perangkat elektronik, meskipun daya listrik yang anda gunakan cukup besar semisal 1300. 

Nah sahabat listrik di Negara manapun anda berada, demikian tips singkat kami tentang mengatasi penyebab sekring listrik puitus dan MCB turun off, jika anda punya pertanyaan tentang MCB yang sering trip dirumah anda atau di rumah tetangga anda, silahkan tanyakan pada kolom komentar, sampai jumpa pada pembahasan selanjutnya, salam.