Kabel Serabut Atau Kabel Kawat Tembaga Tunggal ?

Sebelum memasang instalasi listrik judul pertanyaan ini paling sering diajukan kepada calon pelanggan listrik, tidak demikian halnya dengan rumah yang baru selesai dibangun, jika instalasi untuk rumah baru biasanya insitaller listrik menggunakan kabel kawat tembaga tunggal. 

Saya sendiri paling sering mendapati pertanyaan seperti judul ini ketika, menambah atau memperbaiki suatu instalasi listrik yang rusak, dan kebanyakan pengguna listrik sulit diajak kompromi dengan pilihan ini. 

Samin salah seorang pelanggan listrik yang pernah minta diperbaiki instalasi listrik di kamar mandinya, dengan sangat yakin memberikan gulungan kabel sisa pesta pernikahan adiknya, saya sendiri melihat kabel yang sudah sangat usang tersebut tidak yakin dengan kualitasnya. 

Entah tahun kapan pernah dibeli kabel tersebut, namun yang pastinya isinya adalah kabel serabut, karena malas berdebat, akhirnya saya gunakan kabel usang tersebut guna mengganti instalasi kabel yang rusak. 

Tidak lama kemudian selang sekitar 5 hari, samin datang lagi minta bantuan diperbaiki instalasi listrik di kamar mandinya, dan sebelum menawarkan kepada saya perbaikan tersebut, saya terlebih dahulu di omelin samin, mengapa kabel yang saya pasang rusak lagi. 

Saya tidak jawab ocehan samin, tapi saya langsung ajak dia turut serta melihat kerusakan yang terjadi, dan ternyata benar, salah satu bagian kabel usang itu terdapat bintik hitam hangus, dimana hal itu menandakan terjadinya korsleting arus di dalam kabel usang itu. 

Kabel Serabut Atau Kabel Kawat Tembaga Tunggal ?

Baru kemudian saya jelaskan jangan karena sayang dengan barang lama tidak terpakai dipaksa juga digunakan, hasilnya kekuatan bahannya sudah tidak bagus lagi, maka terjadinya pembakaran didalam kabel karena ada bagian serabut kabel yang sudah putus. 

Kemudian saya sarankan samin untuk membeli kabel kawat tembaga, dalam dunia listrik dikenal juga dengan kabel NYM atau NGA, dan ketebalannya juga berbeda-beda tergantung kebutuhan. 

Akhirnya samin membeli kabel NYM dengan ketebalan 1,5 mm, setelah dipasang saya jelaskan lagi. 

“Bro, kalau urusan kabel listrik yang akan dipasang dirumah tinggal, sebaiknya jangan yang serabut, apalagi kabel yang akan digunakan itu adalah untuk instalasi listrik utama, cukup besar resikonya dengan menggunakan kabel serabut” 

Kebanyakan awal mula kebakaran itu berasal dari konsleting arus pendek akibat adanya dawai yang terputus didalam gulungan kabel. 

Maka dari itu sebaiknya menggunakan kabel NYM untuk menghindari resiko yang tidak dibutuhkan, karena kerusakan terkecil didalam kabel serabut sangat sulit untuk dideteksi. 

Dipasaran kabel NYM cenderung lebih mahal dari kabel serabut, terkahir saya pernan membeli pada tahun 2016, satu meternya seharga Rp 10.000, dalam pikiran saya lebih baik beli kabel yang aman dari pada terjadi konsleting yang tidak diinginkan.

Saya memandangnya, menangkapnya, mencermatinya, dan mengatakannya dengan cara yang saya pahami, mungkin demikian yang dimaksud dengan "Menulis Lepas".


Untuk menulis lepas itu saya Bermohon agar selalu dilindungi-Nya dari fitnah Dajjal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »