Bagaimana Mekanismenya Mendapatkan Subsidi Listrik Dari Negara Untuk Kebutuhan Rumah Tangga

Bicara soal subsidi listrik tentu banyak mata yang ingin melirik bagaimana cara mendapatkannya, secara selama ini khususnya di daerah-daerah informasi tentang subsidi ini lebih banyak “kaburnya” dari pada terangnya, dan yang paling penting tidak semua kalangan masyarakat awam yang bisa mengakses informasi terkait subsidi listrik ini. 

Pada pembahasan kali ini kita coba angkat tema cara mendapatkan subsidi listrik PLN ini, karena selama ini yang kita tahu PLN ini pandainya hanya menarik keuntungan saja dari pelanggan tanpa ada toleransi terhadap masyarakat miskin atau warga tidak mampu. 

Sebelum kita bahas lebih lanjut saya ingin menyampaikan terlebih dahulu satu hal yang pernah ditanyakan oleh bapak Firdaus, terkait listrik ini tentunya, pertanyaan beliau seperti ini, selama ini PLN memungut bayaran untuk setiap pemakaian listrik, apakah PLN pernah menyewa tanah masyarakat terkait setiap tiang yang terpasang di halaman rumah masyarakat ?
Jika PLN pernah menyewa tanah untuk setiap tiang yang terpasang, kepada siapa dia menyewa ? berapa harga sewanya ? dan pertanyaan yang paling mendasar sekali dari soal tiang PLN ini, mengapa masyarakat diam saja ketika PLN memancangkan tiangnya di halaman rumah mereka ? 

Jika ada diantara sahabat pembaca yang bisa menjawab pertanyaan bapak Firdaus diatas tolong tuliskan di kolom komentar, biar nanti kami sampaikan kepada Firdaus untuk setiap jawaban yang ada. 

Baiklah kembali kita ke laptop !! 

Mekanisme pemberian subsidi listrik kepada rumah tangga ini diatur dalam peraturan menteri ESDM RI nomor 29 tahun 2016, maka dari itu pemberian subsidi listrik itu tidak sembarangan dan tidak boleh asal-asalan, karena dia diatur dalam peraturan menteri dan PLN selaku pelaksananya harus tunduk terhadap aturan tersebut. 

Sebagaimana halnya peraturan menteri, disana terdapat bab dan pasal-pasal yang tegas agar pelaksana peraturan tidak mempermainkan kewenangan yang telah diberikan, maka dari itu untuk mekanisme pemberian subsidi listrik ini bab pertamanya di kelompokkan dalam “ketentuan umum” dalam mekanisme subsidi listrik, ketentuan tersebut adalah sebagai berikut. 

Pasal 1 

Dalam peraturan menteri ini yang dimaksud dengan : 

1. Tarif listrik adalah tarif tenaga listrik untuk konsumen yang disediakan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) 

2. Data terpadu adalah system data elektronik berisi data nama dan alamat yang memuat informasi social. Dan demografi dari individu dengan status kesejahteraan terendah di Indonesia 

3. Rumah tangga miskin dan tidak mampu adalah rumah tangga yang terdapat dalam data terpadu program penanganan fakir miskin yang ditetapkan oleh menteri social. 

4. Golongan rumah tangga daya 900 VA-RTM adalah konsumen rumah tangga pengguna daya 900 VA yang tidak termasuk dalam rumah tangga miskin dan tidak mampu. 

Pada point empat ini sekaligus menjadi jawaban resmi terkait mengapa terjadi perbedaan biaya lsitrik antara pak Opik dan Burhan yang pernah kita tulis pada artikel sebelumnya. Bagi anda yang belum sempat membacanya silahkan baca pada link berikut ini [Sama-Sama Daya 900 VA Namun Tagihan Bulanannya Jauh Berbeda, Ini Penyebabnya

5. Konsumen adalah setiap orang atau badan yang membeli tenaga listrik dari pemegang uasha penyedia tenaga listrik. 

6. Kelompok kerja pengelola data terpadu program penanganan fakir miskin yang selanjutnya disebut pokja pengelola data terpadu adalah kelompok yang dibentuk oleh menteri social untuk melaksanakan upaya pengelolaan data terpadu dalam melakukan percepatan penanganan fakir miskin. 

7. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) yang selanjutnya disebut PT PLN (persero) adalah badan usaha milik Negara yang didirikan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 23 tahun 1994 tentang pengalihan bentuh perusahaan umum (perum) listrik Negara menjadi peruahaan perseroan (Persero). 

8. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang ketenagalistrikan. 

9. Direktur jenderal adalah direktur jenderal yang melaksanakan tugas dan bertanggung jawab atas perumusan dan pelaksanaan kebijakan bidang pembinaan, pengusahaan, keteknikan, keselamatan kerja, dan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. 

Sahabat pembaca yang budiman, secara keseluruhan mekanisme pemberian subsidi listrik kepada rumah tangga ini diatur dalam enam bab, maka dari itu bagi pembaca yang ingin memanfaatkan informasi ini untuk mendapatkan subsidi listrik, saran saya sebaiknya membaca dengan sangat teliti agar tidak terjadi penyalahartian maksud pada setiap bab dan pasalnya. 

BAB II 

PEMBERIAN SUBSIDI TARIF TENAGA LISTRIK RUMAH TANGGA 

Pasal 2 

(1) Subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga dilaksanakan melalui tarif tenaga listrik konsumen PT PLN (Persero) golongan rumah tangga yang diberikan untuk : 

a. Daya 450 VA ; dan 

b. Rumah tangga miskin dan tidak mampu daya 900 VA 

(2) Pemberian subsidi terhadap rumah tangga miskin dan tidak mampu daya 900 VA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan berdasarkan hasil pencocokan data yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dan ditetapkan oleh direktur jenderal. 

(3) Konsumen PT PLN (Persero) golongan rumah tangga dengan daya 1300 VA keatas yang terdapat dalam data terpadu dapat menerima subsidi tarif tenaga listrik setelah melakukan penurunan daya menjadi daya 450 VA atau 900 VA. 

(4) Penurunan daya dilaksanakan setelah konsumen PT PLN (Persero) golongan rumah tangga dengan daya 1300 VA keatas sebagaimana dimaksud pada ayat (3) mengajukan permohonan penurunan daya kepada PT PLN (Persero). 

(5) Berdasarkan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (4), PT PLN (Persero) wajib melayani permohonan penurunan daya sesuai dengan ketentuan di PT PLN (Persero). 

Pasal 3 

Terhadap konsumen PT PLN (Persero) golongan rumah tangga daya 900 VA yang tidak terdapat dalam data terpadu, PT PLN (Persero) wajib menyesuaikan tarif tenaga listrik menjadi tarif tenaga listrik konsumen golongan rumah tangga 900 VA-RTM. 

Pasal 4 

(1) Rumah tangga miskin dan tidak mampu yang belum tersambung saluran listrik dapat mengajukan permohonan penyambungan tenaga listrik ke PT PLN (Persero) dengan daya 450 VA atau daya 900 VA 

(2) PT PLN (Persero) wajib melayani permohonan penyambungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan daya sesuai permohonan. 

(3) Terhadap permohonan penyambungan bagi rumah tangga yang tidak terdapat dalam data terpadu, PT PLN (Persero) melakukan penyambungan dengan tarif tenaga listrik golongan rumah tangga daya 900 VA-RTM atau dengan daya di atas 900 VA. 

BAB III 

PENCOCOKAN DATA TERPADU DENGAN KONSUMEN PT PLN (PERSERO) 

Pasal 5 

(1) Direktur jenderal menyampaikan data terpadu kepada PT PLN (Persero). 

(2) PT PLN (Persero) melakukan pencocokan data terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan data konsumen rumah tangga daya 900 VA 

(3) Tata cara pencocokan data sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan lebih lanjut oleh direksi PT PLN (Persero) 

Pasal 6 

(1) Direksi PT PLN (Persero) menyampaikan hasil pencocokan data sebagaimana dimaksud dalam pasal 5 ayat (2) kepada menteri c.q direktur jenderal. 

(2) Hasil pencocokan data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh direktur jenderal sebagai dasar pemberian subsidi tarif tenaga listrik. 

BAB IV 

PENANGANAN PENGADUAN 

Pasal 7 

(1) Rumah tangga miskin dan tidak mampu yang belum menerima subsidi tarif tenaga listrik dapat menyampaikan pengaduan melalui desa/kelurahan. 

(2) Penanganan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara bertahap yaitu di tingkat : 

a. Desa/kelurahan 

b. Kecamatan 

c. Kabupaten/kota, dan 

d. Posko penanganan pengaduan darurat 

(3) Tata cara dan mekanisme penanganan pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan menteri ini. 

Pasal 8 

(1) Posko penanganan pengaduan pusap sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 ayat (2) huruf d melakukan verifikasi terhadap pengaduan yang diterima. 

(2) Hasil verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu sebagai berikut : 

a. Pengaduan tidak masuk dalam data terpadu; atau 

b. Pengaduan masuk dalam data terpadu tetapi belum menerima subsidi tarif tenaga listrik. 

(3) Terhadap hasil verifikasi yang termasuk dalam kategori sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, posko penanganan pengaduan pusat akan meneruskan kepada pokja pengelola data terpadu untuk ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

(4) Terhadap hasil verifikasi yang termasuk dalam kategori sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b, ditindaklanjuti oleh PT PLN (Persero). 

(5) Tindak lanjut oleh PT PLN (Persero) sebagaimana dimaksud pada ayat (4) berupa pencocokan data terpadu dengan konsumen rumah tangga daya 900 VA. 

(6) Hasil pencocokan data sebagaimana dimaksud pada ayat (5) disampaikan kepada direktur jenderal untuk ditetapkan sebagai dasar pemberian subsidi tarif tenaga listrik. 

BAB V 

POSKO PENANGANAN PENGADUAN PUSAT 

Pasal 9 

(1) Direktur jenderal atas nama menteri membentuk posko penanganan pengaduan pusat. 

(2) Keanggotaan posko penanganan pengaduan pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) antara lain terdiri atas unsure kementrian energy dan sumber daya mineral, kementrian sosial, kementrian dalam negeri, PT PLN (Persero), dan tim nasional percepatan penanggulangan kemiskinan 

(3) Posko penanganan pengaduan pusat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempunyai tugas menindaklanjuti pengaduan dari rumah tangga miskin dan tidak mampu yang belum mendapatkan subsidi tarif tenaga listrik. 

BAB VI 

PELAPORAN 

Pasal 10 

Direksi PT PLN (Persero) wajib menyampaikan laporan pelaksanaan pemberian subsidi tarif tenaga listrik untuk rumah tangga setiap 6 (enam) bulan kepada direktur jenderal atau sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. 

Pasal 11 

Peraturan menteri ini berlaku pada tanggal 1 januari 2017. 

(*) Sumber : Kementrian ESDM RI

Saya memandangnya, menangkapnya, mencermatinya, dan mengatakannya dengan cara yang saya pahami, mungkin demikian yang dimaksud dengan "Menulis Lepas".


Untuk menulis lepas itu saya Bermohon agar selalu dilindungi-Nya dari fitnah Dajjal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »