Pintar listrik

Selamat Datang...

Panduan sederhana, simpel, mudah dimengerti, mengenai listrik

MULAIGabung

Wednesday, 1 April 2020

Apa Fungsinya Tembaga Kuning Yang Terdapat Pada Colokan

Hallo sahabat pembaca, kita jumpa lagi dalam artikel ringan seputar persoalan listrik, memang ya masalah listrik ini seperti tidak ada habis habisnya, dan sebagaimana yang akan saya bahas kali ini, yaitu tentang peralatan listrik.

Meskipun kita sangat akrab dengan tombol listrik dan alat-alat listrik, ternyata ada juga bagiannya yang tidak dimengerti apa fungsi dan kegunaannya.

Seperti halnya pada colokan listrik atau yang disebut juga dengan stop kontak, pada setiap kedudukannya, entah itu di dinding atau stop kontak yang bisa di gulung, jika kita perhatikan disitu terdapat kawat tembaga warna kekuningan, untuk lebih mudahnya silahkan anda perhatikan gambar dibawah ini.

Apa Fungsinya Tembaga Kuning Yang Terdapat Pada Colokan

Jika kita buka alat stop kontak ini di dalam stop kontak tersebut juga terdapat kawat tembaga kekuningan, sebagaimana yang diperlihatkan gambar dibawah ini.

Apa Fungsinya Tembaga Kuning Yang Terdapat Pada Colokan

Nah kawat tembaga tersebut sesungguhnya berfungsi sebagai arde atau grounding, kabel arde dipasang pada kedudukan tersebut, jadi disitulah letak pengaman untuk perangkat elektronik yang biasa kita gunakan sehari hari, bagaimana penampakan kedudukan kabel arde pada perangkat elektronik, bisa kita perhatikan pada gambar dibawah ini.

Apa Fungsinya Tembaga Kuning Yang Terdapat Pada Colokan

Nah bagaimana pemirsa, sekarang kita bisa ketahui dimana letak kedudukan kabel arde di dalam stop kontak dan peralatan elektronik, dan fungsi dari kawat tembaga yang terlihat pada stop kontak.

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel selanjutnya, salam.

Dimana Titik Temu Kabel Ground Yang Berasal Dari Pentanahan Dengan Kabel Ground Yang Berasal Dari Instalasi Rumah

Hallo sahabat pembaca, bagaimana kabar anda hari ini, semoga sukses selalu dan lancar segala urusan, kali ini kita jumpa lagi dalam pembahasan sekitar instalasi listrik, adapun topik penulisan kita kali ini berasal dari pertanyaan seorang pembaca setia blog listrik ini.

Pertanyaan tersebut seperti ini, dimanakah titik temu antara kabel ground yang berasal dari pentanahan dengan kabel ground yang berasal dari instalasi listrik ? Jadi meski sederhana ternyata persoalan grounding listrik ini ternyata cukup banyak juga, dan sebenarnya tidak terlalu rumit jika kita melakukannya dengan praktek langsung.

Kaidah instalasi listrik yang baik itu terdiri dari 3 bahagian utama, yaitu kabel Phasa kabel netral dan kabel arde atau ground, dari pengamatan saya dilapangan penggunaan kabel arde ini lebih sering diabaikan, sehingga tanpa sadar sesungguhnya mereka berada dalam keadaan membahayakan peralatan listrik dan instalasi listrik itu sendiri.

Grounding atau pentanahan memiliki peran penting dalam pengamanan listrik, dan peranan ground ini menunjang fungsi kabel netral yang juga sekaligus sebagai pengaman listrik, tidak saja mengamankan dari kebocoran arus, grounding juga sangat berperan ketika terjadi cuaca buruk, seperti petir dan halilintar.

Pada instalasi listrik bangunan rumah, ground atau arde ini harus terpasang di dalam setiap stop kontak, keberadaan kabel arde dalam stop kontak itu merupakan bagian dari fungsinya sebagai pengaman alat elektronik manakala terjadi cuaca buruk dan juga pengaman dari arus yang tidak stabil.

Tidak saja pada bagian instalasi, KWH meter juga merupakan perangkat yang harus kita lindungi dengan ground/pentanahan ini, namun pada kebanyakan yang saya temui di perkampungan jarang KWH meter ini disambungkan dengan pengaman ground, makanya terkadang orang kampung merasa aneh ketika melihat KWH meter juga terpasang kabel arde/ground.

Gambar ilustrasi dibawah ini sengaja kami tampilkan untuk memudahkan anda memahami, bagaimana ilustrasi pemasangan kabel pentanahan yang baik.

Dimana Titik Temu Kabel Ground Yang Berasal Dari Pentanahan Dengan Kabel Ground Yang Berasal Dari Instalasi Rumah

Berdasarkan gambar diatas ketika seluruh bagian instalasi listrik sudah terpasang dengan benar termasuk kabel ground ini, sebenarnya tidak menjadi masalah dimanapun titik temu yang akan dibuat antara kabel ground yang berasal dari kawat pentanahan dengan kabel ground yang berasal dari instalasi listrik.

Entah itu dipertemukan di dalam box MCB atau disambungkan didalam kedudukan arde pada KWH meter, dengan demikian usaha kita bisa maksimal dalam membuat instalasi pengamanan listrik dirumah kita sendiri.

Nah bagaimana pemirsa, sekarang kita bisa pahami arti penting pemasangan arde atau pembumian atau ground, dan titik temu pemasangan antara kabel arde yang berasal dari pentanahan, dengan kabel arde yang berasal dari instalasi listrik rumah.

Demikian dulu pembahasan kita kali ini, semoga artikel ini bermanfaat, jika ada pertanyaan silahkan tuliskan di kolom komentar, sampai jumpa di artikel berikutnya, salam.

Saturday, 28 March 2020

Bagaimana Cara Memulai Perbaikan Listrik Bagi Pemula ?

Oke pemirsa dimanapun anda berada, jumpa lagi kita dalam pembahasan artikel mudah dimengerti tentang listrik, pokoknya sebisa dan semaksimal mungkin kami akan membahas masalah listrik dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang pekerjaan listrik, sebelum saya terjun sebagai tukang perbaikan listrik perumahan, dulu awalnya atau lebih tepatnya setelah keluar dari sekolah listrik, saya juga bingung waktu pertama kali dipanggil tetangga dan dimintai memperbaiki kerusakan listrik dirumahnya.

Kebingungan saya itu berawal dari pertanyaan seperti ini, "dari mana ya saya harus memulai pengerjaannya ?".

Nah saya yakin sekali, bagi anda anda yang baru saja selesai sekolah listrik, atau sedang menjalani sekolah listrik, pertama kali diminta untuk memperbaiki listrik dirumah orang, pernah mengalami kebingungan yang sama, sebagaimana yang saya alami.

Kali ini saya akan coba memberikan beberapa tips, agar anda mudah dan tidak gugup memulai pengerjaan listrik dirumah pelanggan anda, tips ini saya ambil berdasarkan pengalaman saya sendiri pada setiap akan melakukan perbaikan atau memasang instalasi listrik.

Ketika saya menerima pengaduan masalah listrik dari siapapun orangnya, entah itu tetangga jauh atau tetangga dekat, atau orang yang memang meminta jasa saya untuk menyelesaikan masalah listrik dirumahnya. Ada beberapa tahapan yang saya lakukan, tahapan tersebut bisa saya jabarkan dibawah ini.

1. Mempersiapkan peralatan.
Ini adalah hal pertama yang saya lakukan, ketika akan berangkat ke lokasi dimana terjadi kerusakan listrik tersebut, peralatan yang saya siapkan itu adalah peralatan dasar kelistrikan, seperti obeng testpen, tang lancip, tang potong, tang regular, meteran, gergaji besi kecil, ohm meter, palu, isolasi, dan lain sebagainya.

2. Sesampainya di lokasi kerusakan listrik.
Hal pertama yang saya lakukan adalah, menanyakan kepada pemilik rumah, listrik bagian mana yang dia keluhkan.

Ketika saya mendapatkan persoalan atau keluhan utamanya, maka saya akan lakukan pemeriksaan, dari pemeriksaan ini nantinya saya bisa mengetahui tindakan apa yang sebaiknya dilakukan.

Langkah awal melakukan perbaikan listrik
(Ilustrasi)

Setelah mengetahui tindakan yang akan saya lakukan, kemudian saya akan konsultasi kembali bersama pemilik rumah, dan menerangkan bahwa yang rusak itu adalah bagian ini dan itu, dan saya jelaskan langkah perbaikan yang saya lakukan.

Point "konsultasi" dengan pemilik rumah ini penting, mengapa demikian? Pertama agar pemilik rumah tahu apa yang akan kita kerjakan, kedua pemilik rumah tahu berapa biaya perbaikan yang akan dia keluarkan, apalagi jika ada bagian dari instalasi listrik tersebut yang harus diganti.

Ketika semua hal diatas telah dipahami dengan baik, maka saya masuk ke tahap berikutnya yaitu tahap pengerjaan.

3. Kegiatan perbaikan kerusakan instalasi listrik.

4. Tahap pengujian.
Ini adalah tahapan yang paling penting setelah perbaikan selesai dilakukan, biasanya pada tahap ini saya akan minta kepada pemilik rumah untuk menyaksikan hasil kegiatan perbaikan yang saya lakukan.

Manakala pemilik rumah menyatakan puas dan mengerti, bahwa instalasi listrik dirumahnya sudah pulih sebagaimana sediakala, masuk kepada tahap berikutnya.

5. Pembayaran.
Inilah tahapan yang paling memuaskan dari kegiatan kelistrikan, tentang berapa besar biaya perbaikan listrik yang harus ditetapkan, itu semua harus berdasarkan perhitungan yang matang, yang penting jangan sampai anda tekor.

Soal menetapkan biaya perbaikan listrik ini, menurut saya sebaiknya kita bahas dalam artikel terpisah, pasalnya agak rumit juga menentukan biaya perbaikan yang adil dan sesuai dengan kantong pemilik rumah.

Nah, bagaimana pemirsa cukup mudah bukan memulai pengerjaan awal perbaikan instalasi listrik ini, sekian dulu tips ringan dari saya, semoga artikel ini membantu anda dalam memulai pekerjaan, jika ada yang ingin ditanyakan silahkan tuliskan pada kolom komentar, sampai jumpa diartikel berikutnya, salam.

Thursday, 26 March 2020

Apa Artinya Listrik 3 Fase ?

Hallo sahabat pembaca di dunia manapun anda berada, bagaimana kabar kalian hari ini, semoga tetap sehat dan kuat ya, dan tetap waspada menjaga diri dari covid-19, dengan berupaya maksimal menerapkan pola hidup bersih.

Pada artikel kali ini kita akan bercerita ringan tentang kelistrikan, mengapa harus ringan, karena setelah saya telusuri berdasarkan pengalaman, ternyata bahasa kelistrikan ini cukup sulit dimengerti oleh masyarakat awam.

Sebenarnya berangkat dari itu pulalah, makanya artikel yang kami tayangkan di dalam blog ini, syarat utamanya itu harus mudah dipahami, sehingga lahirlah tagline untuk blog ini #Panduan sederhana, simple, mudah dimengerti, mengenai listrik.

Sekarang kita kembali ke pembahasan listrik 3 Phasa, sebelum kita lanjutkan, sebaiknya kita sepakati terlebih dahulu, bahwasanya Phasa yang dimaksudkan disini adalah suatu aliran arus listrik yang berpasangan dengan netral, dimanapun itu letak instalasi listriknya yang namanya 1 Phasa itu berarti ada sepasang (- dan +) arus listrik yang memberikan energi listrik pada masing-masing bebannya.
Jadi anda jangan dulu membayangkan perhitungan rumus elektronika yang rumit yang terpasang pada suatu bangunan, bayangkan saja disitu ada dua kabel yang berperan memberikan energi listrik, yakni kabel Phasa dan netral. Walaupun sebenarnya yang memberikan energi itu hanyalah kabel Phasa.

Nah, sekarang kita bisa pahami 1 Phasa itu berarti ada satu satuan, yang dimanfaatkan untuk kebutuhan energi.

Persoalan berikutnya yang harus kita pahami terkait listrik 3 Phasa ini adalah, bagaimana caranya dari 1 Phasa ini membuatnya menjadi 3 Phasa, jawabannya mudah, yaitu kita tinggal membagi dari yang 1 Phasa menjadi 3 Phasa, bagaimana cara membaginya? Untuk caranya silahkan anda simak gambar dibawah ini.

gambar simulasi pembagian listrik 1 phase menjadi 3 phase

Berdasarkan gambar diatas, bisa kita memahami bahwasanya listrik 1 Phasa itu bisa dibagi menjadi 3 Phasa, demikian secara teori dasarnya, bahkan bisa dibagi lebih banyak lagi.

Namun dalam teori prakteknya, pembagian listrik 1 Phasa menjadi 3 Phasa ini harus melalui perhitungan, dimana perhitungannya itu sendiri menggunakan rumus tertentu, dan kita tidak akan membahasnya disini.
Yang penting sekarang kita memahami dengan baik, bahwasanya listrik 3 Phasa itu adalah hasil pembagian dari 1 Phasa, dimana kegunaannya adalah untuk memudahkan penggunaan energi listrik, terkait bagaimana cara melakukannya, maka sebaiknya hal itu diserahkan kepada tenaga ahli instalasi listrik.

Demikianlah pembahasan kita tentang makna dari listrik 3 Phasa, dari mana asalnya dan bagaimana bentuk pembuatannya, sampai jumpa di artikel berikutnya, salam.

Wednesday, 25 March 2020

Mengapa Ketika Kabel Phasa Bersentuhan Dengan Kabel Netral Tidak Terjadi Korsleting Listrik ?

Hallo sahabat pembaca, jumpa lagi dengan kita kali ini dalam pembahasan seputar dunia kelistrikan, kali ini kita mengangkat judul berdasarkan pertanyaan seseorang dari grup dunia listrik, yakni tentang arus dan pengabelan.

Sebagaimana kita ketahui, Phasa atau fase atau kabel negatif pada instalasi kelistrikan, merupakan tempat mengalirnya arus listrik, maka dari itu kabel Phasa ini ketika listrik dalam keadaan menyala tidak ada yang berani menyentuhnya, karena memiliki arus listrik dan bila tersentuh kita akan merasakan setruman yang membuat badan kita menggigil.

Kabel Phasa inilah yang menghantarkan arus listrik, kepada bohlam atau alat elektronik yang kita gunakan.

Didalam instalasi listrik kabel Phasa selalu berduaan dengan kabel netral, terkadang bertigaan dengan kabel Arde, dan dalam instalasi listrik yang benar, kabel Phasa ini tidak boleh bersentuhan dengan kabel netral atau Arde, dan jika bersentuhan maka akan terjadi yang namanya korsleting listrik.

Ketika terjadi kasus yang mirip dengan judul artikel ini, dimana kabel Phasa bersentuhan dengan kabel netral, hukum yang sama juga seharusnya berlaku, yakni akan terjadi korsleting listrik, namun jika tidak terjadi korsleting listrik berarti ada sesuatu yang salah dalam pengabelannya.

Apa-apa saja bentuk kesalahannya, sehingga ketika bersentuhan kabel Phasa dan netral tidak terjadi korsleting listrik, berikut kita uraikan satu persatu.

1. Kesalahan penyambungan kabel netral di KWH meter.

Untuk lebih mudahnya silahkan anda perhatikan gambar dibawah ini.

Gambar ilustrasi kesalahan pengabelan yang menyebabkan kabel netral tidak korsleting dengan kabel phasa
(Gambar ilustrasi kesalahan pengabelan yang menyebabkan kabel netral tidak korsleting dengan kabel phasa)
Kesalahan penyambungan kabel seperti gambar diatas biasanya terjadi di dalam T-dos (terminal tempat terjadinya penyambungan kabel), pada saat pembagian instalasi kabel setelah KWH meter.

Jadi kabel netral salah sambung, seharusnya disambung ke kabel netral juga, tapi yang terjadi kabel netral malah tersambung ke kabel phasa. Jika demikian yang terjadi maka bagaimanapun keadaannya kabel Phasa tidak akan korsleting dengan kabel netral, karena sebenarnya kedua kabel tetsebut sama-sama Phasa.

Bentuk kesalahan yang pertama ini, akan menyebabkan kejadian yang sama di titik manapun kabel netral dan Phasa saling bersentuhan, sepanjang instalasi yang ada didalam rumah atau bangunan tersebut.

2. Kabel netral terputus pada pengabelan stop kontak.

Silahkan simak gambar dibawah ini

Gambar ilustrasi kerusakan kabel netral dalam pengabelan stop kontak
(Gambar ilustrasi kerusakan kabel netral dalam pengabelan stop kontak)
Pada gambar diatas bisa kita lihat, terjadinya kabel netral yang putus pada posisi sebelum terminal stop kontak.

Jika kasus ini yang terjadi, maka kabel Phasa yang terdapat dalam terminal stop kontak akan sama sama bersifat Phasa, ketika stop kontak dicolok oleh perangkat elektronik, jadi jika bersentuhan sekalipun dia tidak akan korsleting, karena kabel Phasa telah mengantarkan arus yang sama kepada kabel netral melalui perangkat elektronik tersebut.

Kesalahan pada kasus nomor dua ini sangat mudah dideteksi, cukup dengan memasukkan obeng testpen kedalam kedua lobang stop kontak, salah satu lobang akan terdapat arus, sedangkan lobang yang satunya tidak terdapat arus. 

Dapat kita simpulkan ketika kabel netral dan Phasa itu bersentuhan namun tidak terjadi korsleting, itu berarti sesungguhnya kabel netral tersebut telah menjadi Phasa, karena terjadi kesalahan penyambungan atau kabel netral tersebut ada yang putus.

Demikian sahabat pembaca pembahasan kita kali ini, semoga artikel ringan ini bermanfaat, sampai jumpa di pembahasan selanjutnya, salam.

Thursday, 19 March 2020

Apakah Rangka Baja Ringan Bangunan Aman Bagi Pengguna Listrik ?

Perkembangan dunia bangunan semakin hari semakin modern, zaman ini berbagai macam model pengembangan bahan bangunan telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari, sebutlah misalnya rumah yang dibuat dari plastik, karbon, dan lain sebagainya.

Sahabat pembaca, blog kita kali ini membahas tentang pengaruh penggunaan bahan bangunan baru ini terhadap kelistrikan, salah satu pengaruh tersebut adalah soal keraguan kita tentang keamanan, penggunaan rangka baja ringan terhadap sistem kelistrikan, khususnya pada bangunan rumah yang menggunakan rangka baja ringan sebagai salah satu materialnya.

Sebagaimana kita ketahui, ilmu dasar listrik menjelaskan bahwa besi atau jenis logam lainnya, merupakan salah satu penghantar listrik yang baik, zaman serba canggih sekarang ini, rangka baja ringan sebagai salah satu jenis logam, sangat disukai menjadi bagian rangka rumah tinggal.

Kesukaan menjadikan baja ringan sebagai bahan bangunan rumah sangat beralasan, yakni bahan tersebut lebih mudah diperoleh dibandingkan kayu. Dan kawasan hutan sebagai sumber utama kayu, makin lama makin terkikis akibat deforestry dan industri, disamping itu baja ringan terkadang diklaim juga lebih tahan dari kayu.

Dari pengamatan saya pada beberapa bangunan rumah yang menggunakan rangka baja ringan, pemilik rumah sepertinya tidak terlalu khawatir tentang kelistrikannya, namun bagi saya sendiri, ke khawatiran tersebut lebih kepada saat cuaca sedang hujan petir.

Ketika terjadi kilat dan halilintar hal itu bisa berpengaruh pada benda apapun disekitarnya, inilah yang menjadi ide masalah bagi saya pribadi terkait rumah yang memanfaatkan bahan logam pada pembuatannya.

Apakah Rangka Baja Ringan Bangunan Aman Bagi Pengguna Listrik ?
(Ilustrasi)
Pada situasi yang sering kita dengar dan saksikan, ketika petir mengenai sesuatu arus listrik yang dihasilkannya akan diteruskan ke tanah (ground) dengan sendirinya, hal ini jika terjadi pada kasus rumah yang menggunakan rangka baja, tentu saja bisa menjadi masalah, apalagi jika sistem kelistrikannya tidak menggunakan pengaman yang baik.

Maka dari itu kekhawatiran diatas terkadang mengharuskan kita semakin hati hati, terlebih dalam melakukan pemasangan instalasi listrik, sebaiknya kita melakukan pengamanan listrik yang baik pada bangunan rumah yang menggunakan rangka baja ringan tersebut.

Jika pemilik rumah tidak menggunakan grounding pada instalasi bangunan listriknya, bisa terjadi kemungkinan korslet serius pada instalasi listrik dirumah anda.

Sekali lagi saya ingatkan sahabat listrik, jika pemasangan insatalasi listriknya terdapat dirumah yang menggunakan rangka baja ringan, sebaiknya lalukan pengamanan serius pada groundingnya.

Sekian dulu pembahasan kita kali ini, sampai ketemu di artikel selanjutnya, semoga bermanfaat, salam.