Tuesday, 24 July 2018

Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini

Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini

Kalau bukan orang yang menekuni bidang listrik memang tidak terlalu diperhatikan model lampu listrik ini, padalah dengan mengenal macam-macam model lampu listrik maka bisa kita mengetahui fungsi dan keunggulan setiap jenisnya, sehingga bisa digunakan dengan tepat pada tempat dan situasi yang tepat. 

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas model lampu listrik ini, seperti yang banyak ditemukan lampu busur termasuk lampu listrik, namun pada perkembangannya jenis lampu ini tidak dikembangkan karena penggunaannya yang terbatas, dimana lampu jenis busur ini hanya cocok digunakan untuk diluar ruangan. 

Berdasarkan prinsip kerjanya lampu listrik dibedakan menjadi dua yaitu lampu pijar dan lampu tabung atau neon sign. 

Cahaya lampu pijar merupakan pemijaran dari filament pada bohlam, macam-macam lampu pijar terdiri dari : 

a. Bohlam bening 

b. Bohlam buram 

c. Bohlam bentuk lilin 

d. Lampu argenta 

e. Lampu superlux 

f. Lampu luster 

g. Lampu halogen 

Sedangkan lampu tabung cahaya yang dihasilkannya berbeda dengan filament lampu pijar, tetapi melalui proses eksitasi gas atau uap logam yang terkandung dalam tabung lampu yang terletak diantara dua elektroda yang bertegangan tinggi, macam-macam lampu tabung antara lain sebagai berikut. 

1. Neon sign (Lampu tabung) 

a. TL 

b. Lampu hemat energy 

c. Lampu reklame 

d. Lampu merkuri 

e. Fluoresen 

f. Reflector 

g. Blended 

h. Halide 

i. Lampu sodium 

j. SOX 

k. SON 

Berikut kita bahas satu persatu jenis lampu-lampu diatas 

Sejarah singkat tentang lampu pijar 

Bola lampu listrik sebenarnya ditemukan pada tahun 1879 secara bersamaan oleh Sir Joseph Wilson Swan dan Thomas Alva Edison, yang pertama kali memperagakan lampu ini adalah Mr Swan, dia memperagakan lampu pijar dengan filament karbon didepan orang banyak sekitar (700 orang) di kota Newcastle inggris pada 5 februari 1879. 

Namun Mr Swan kesulitan memelihara keadaan hampa udara dalam bola lampu tersebut, sementara itu di laboratorium Edison di Menlo Park, Edison mengatasi masalah ini, pada tanggal 21 oktober 1879 ia berhasil menyalakan bola lampu dengan kawat pijar yang terbut dari karbon yang terus menyala selama 40 jam. 

Pada tahun 1913 Edison mengganti filament karbon dengan filament tungsten atau wolfram, sehingga efikasi lampu dapat meningkat menjadi 20 lument/watt, system ini disebut dengan system pemijaran. 

Pada tahun yang sama bola lampu kaca yang tadinya dibuat berupa udara kemudian diisi dengan gas bertekanan tinggi, pada mulanya digunakan gas nitrogen (N), setahun kemudian diganti dengan dengan gas argon (Ar) yang lebih stabil dan mempunyai sifat mengalirkan panas lebih rendah. 

Pada riset lainnya ditemukan bahwa dengan membentuk filament menjadi spiral, maka panas yang timbul menjadi kurang sehingga bisa meningkatkan efikasi lampu, dengan berkembangnya teknologi produksi lampu pijar hingga kini masih berjalan, bahkan lampu pijar mempunyai berbagai macam tipe. 

Secara umum lampu pijar mempunyai cahaya kekuningan, sehingga menimbulkan suasana hangat romantis dan syahdu, dengan demikian cocok digunakan pada ruangan berprivasi seperti ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan toilet. 

Macam-macam lampu pijar 

1. Lampu bohlam bening 

Lampu jenis ini tabung gelasnya bening, tidak berlapis sehingga dapat menghasilkan cahaya lebih tajam dibanding jenis lampu bohlam lainnya, idealnya untuk penerangan tidak langsung terutama dengan armature tertutup dan lebih mementingkan cahaya terang. 

Lampu pijar ini mempunyai keunggulan antara lain : 

· Mempunyai nilai “Color rendering index” 100 % yang cahayanya tidak merubah warna asli objek. 

· Mempunyai bentuk fisik lampu yang sederhana, macam-macam bentuknya yang menarik, praktis pemasangannya. 

· Dan harganya relative lebih murah serta mudah didapat di toko-toko 

· Instalasinya murah tidak perlu perlengkapan tambahan 

· Lampu dapat langsung menyala 

· Terang redupnya dapat diatur dengan dimmer 

· Cahayanya dapat difokuskan 

Kelemahan lampu pijar 

· Mempunyai efisiensi rendah, karena energy yang dihasilkan untuk cahaya hanya 10 % dan sisanya memancar sebagai panas 

· Mempunyai efikasi rendah yaitu sekitar 12 lumen/watt 

· Umur lampu pijar lebih pendek dibandingkan lampu jenis lainnya 

· Sensisitif terhadap tegangan 

· Silau 

2. Lampu bohlam buram 

Tabung gelasnya dibuat buram untuk menahan cahaya sehingga tidak silau. 

3. Lampu berbentuk lilin 

Lampu jenis ini biasanya digunakan untuk lampu hiasan atau lampu dekorasi Kristal pada ruang tamu. 

4. Lampu argenta 

Tabung gelas bagian dalam dari lampu argenta dilapisi serbuk lembut cahaya, sehingga distribusi cahayanya merata, lembut dan tidak silau, lampu argenta mempunyai efikasi yang sama dengan bohlam bening. 

5. Lampu superlux 

Lampu superlux merupakan perpaduan lampu bohlam bening dengan lampu argenta, tiga perempat dari tabung gelas dilapisi serbuk tembus cahaya yang dihasilkan lampu ini sebagian didistribuikan ke bawah 

6. Lampu luster 

Lampu ini biasanya digunakan untuk dekorasi, karena warnanya bermacam-macam daya rendah dan bentuknya ada yang bulat dan ada yang berbentuk lilin. 

7. Lampu halogen 

Lampu halogen dibuat untuk mengatasi masalah ukuran fisik dan struktur pada lampu pijar dalam penggunaannya sebagai lampu sorot, lampu projector film, dalam bidang-bidang ini diperlukan ukuran lampu yang kecil sehingga system pengendalian arah dan focus cahaya dapat dilakukan lebih presisi. 

Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini
(Ilustrasi)
Lampu halogen bekerja pada suhu 2.800 derajat celcius jauh lebih tinggi dari kerja lampu pijar yang hanya 400 derajat celcius, karena adanya tambahan gas halogen, seperti sodium oleh karena itu walaupun halogen termasuk jenis lampu pijar tetapi mempunyai efikasi sekitar 22 lumen/watt. 

Cahaya dari lampu halogen dapat memunculkan warna asli objek yang terkena cahaya, karena cahaya yang dihasilkan lampu halogen umumnya lebih terang dan lebih putih dibandingkan cahaya lampu pijar (Pada daya yang sama), lampu halogen pada umumnya ukuran fisiknya kecil, rumit pembuatannya sehingga harganya lebih mahal dibandingkan lampu pijar dan neon. 

lampu tabung (Neon sign) 

pada akhir abad ke-19 George Claude seorang ilmuwan perancis melakukan percobaan-percobaan dengan membuat busur antara dua elektroda dalam sebuah pembuluh pipa vakum dengan diisi gas neon, bila pada kedua elektroda dipasang tegangan yang tinggi maka terjadi suatu cahaya merah yang dalam. 

Oleh karena didalam tabung diisi dengan gas neon lampu tabung ini sering disebut dengan lampu neon, pengisian pada tabung dengan jenis gas-gas yang lain dapat menghasilkan beraneka warna-warni cahaya, sehingga lampu ini banyak digunakan untuk keperluan hiasan iklan. 

Warna dari cahaya yang dipancarkan bergantung pada jenis gas atau uap logam yang terkandung di dalam tabung. 

1. Lampu fluoresen / TL 

Konstruksi lampu fluoresen terdiri dari tabung gelas berwarna putih susu, karena dinding bagian dalam tabung dilapisi serbuk pasphor. 

2. Lampu hemat energy 

Lampu jenis neon ini mempunyai komponen listrik yang terdiri dari ballast, stater dan kapasitor kompensasi yang terpadu dalam satu kesatuan, lampu teknologi ini disebut sebagai “Compact Fluoresen” dan beberapa produsen lampu menyebutnya sebagai lampu SL dan PL. 

3. Lampu merkuri 

Prinsip kerja dari lampu ini sama dengan lampu fluoresen, yaitu cahaya yang dipancarkan berdasarkan terjadinya loncatan electron didalam tabung, untuk lebih lengkapnya tentang lampu merkuri ini silahkan anda baca pada link artikel dibawah ini.

[Apa itu lampu merkuri]

4. Lampu merkuri fluoresen 

Lampu ini termasuk merkuri tekanan rendah, didalam tabung berisi gas argon sedangkan bagian dalam dilapisi serbuk fluoresen. 

5. Lampu merkuri reflector 

Lampu ini dirancang hanya untuk penerangan ke bawah bohlam langsung menjadi reflektornya, dengan cahaya yang diarahkan ke bawah. 

6. Lampu merkuri halide 

Pada prinsipnya karakteristik elektris lampu merkuri halide sama dengan lampu merkuri fluoresen, tetapi untuk penyalaan awal memerlukan tegangan yang lebih tinggi. 

Lampu sodium 

Lampu ini disebut juga dengan lampu natrium, tabung gelas lampunya berbentuk U yang tahan terhadap cairan sodium, berdasarkan tekanan kerja pada tabung, lampu sodium dibedakan menjadi dua macam, yakni sodium tekanan rendah (SOX) dan sodium tekanan tinggi (SON)
Macam-Macam Model Lampu Listrik Di Dunia Ini
4/ 5
Oleh

Berlangganan via email

Suka dengan postingan di atas? Silakan berlangganan postingan terbaru langsung via email.